Skip to content

Branding

3 November 2009

Branding

Pengaruhi Cita rasa anak balita 3-5 tahun

Makanan apa saja yang dibuat oleh restoran cepat saji (fast food), terasa lebih sedap. Tetapi hasil riset menunjukkan bahwa rasa sedap initidak lain ditimbulkan oleh pengaruh dari iklan makanan itu.karena iklan dapat menipu bagi cita rasa anak-anak kecil maupun usia jelang ABG.

Bahkan yang lebih ekstrimnya, wortel, susu dan jus apel akan lebih menarik bagi anak-anak jika dikemas dengan lebih Indah seperti hadiah gula-gula. Dalam hal ini kampanye cita rasa melalui iklan tidak pernah diaudit dan diuji.

Jika kita perhatikan dengan teliti, seringkali ada sebuah korelasi kuat antara sebuah label makanan cepat saji dan anak-anak. Selama ini  sekilas ada dugaan bahwa tidak ada pengaruh jelas antara iklan terhadap anak-anak. Namun baru-baru ini sejumlah riset menunjukkan bahwa kampanye fisik brand suatu makanan siap saji dapat mempengaruhi pilihan seorang anak. Misalnya, hasil studi dari Dr. Tom Robinson baru-baru ini menunjukkan bahwa presepsi cita rasa seorang anak sangat dipengaruhi oleh branding suatu produk.

Dr. Tom Robinson dari universitas Stanford, Amerika Serikat, adalah salah satu perisetdi bidang iklan-iklan terhadap anak. Menurut Dr. Tom Robinson anak-anak masih tergolong belia saat ini sangat diprngaruhi oleh iklan-iklan. Maka tidak heran, jika anggaran konsumsi terbesar di AS belakangan ini justru berasal dari kelompok usia anak-anak, khususnya anak-anak belia dan balita.

Riset Dr. Tom Robinson yang dirilis pada pertengahan agustus tahun 2007 di AS melibatkan 63 anak usia 3-5 tahun dari keluarga yang berpendapatan rendah. Riset ini dilakukan di pusat-pusat Head dtart, San Mateo Country, AS. Menurut Dr. Tom, hasil risetnya ini akan sama untuk kelompok anak usia 3-5 tahun dari keluarga lebih kaya.

Berbagai riset tentang pengaruh iklan atas anak-anak belakangan ini terutama ditunjukkan pada pengaruh iklan masakan siap saji terhadap perilaku pikiran dan konsumsi seorang anak. Hasil studi dan riset Tom Robinson itu kian memicu banyak perdebatan tentang pembatasan iklan terhadap anak-anak di bawah usia 12 tahun.

One Comment leave one →
  1. biduand permalink
    6 November 2009 14:31

    oooooh… bagus, menambah wawasan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: